Jan
25
Resign Demonstratif, Perlukah?
January 25, 2013 | Tagged resign |

“Seekor ikan akan akan mencari kolam baru yang lebih besar jika kolam lama tidak bisa memberikan keleluasan berenang”
Tidak semua perusahaan mampu memberikan kesempatan terbaik kepada karyawannya untuk berkembang. Keterbatasan posisi dan finansial perusahaan tidak mampu mengakomidir pribadi-pribadi dinamis. Manusiawi jika beberapa orang merasa tidak puas dan”loncat” ke perusahaan lain.
Dari sisi manajemen , ekpansi ke perusahaan lain merupakan tindakan tidak loyal. Namun dari sisi kemanusiaan normal saja, jika manusia mencari sesuatu yang lebih baik. Terkadang materi bukan satu-satunya alasan . Ketenangan hati bisa menjadi alasan mengapa orang pindah kerja. Konflik dengan lingkungan kerja juga bisa menjadi faktor. Tidak cocok dengan atasan atau rekan kerja membuat pribadi tidak pernah tenang bekerja. Pada kondisi jenuh karena tidak ada jalan keluar. Resign menjadi pilihan terakhir. Tetapi apakah perlu demonstratif. Seolah tidak butuh dan tidak suka tapi masih mau menikmati benefit perusahaan.
Terang-terangan mengirimkan lamaran kerja melalui e-mail kantor atau menempelkan lowongan kerja kompetitor di meja kerja. Berharap pihak manajemen tahu lalu mempertahankan anda mati-matian. Childish. Namun banyak yang melakukannya di luar sana . Manivestasi rasa tidak puas terhadap diri sendiri dan perusahaan. Efeknya akan lebih buruk jika memiliki atasan “bertangan besi”, menambah masalah baru. Bagai mengaduk air yang sudah beriak.
Dunia ini sempit, ada kemungkinan atasan sekarang memiliki hubungan dengan atasan tempat melamar kerja. Jika anda tidak bisa membangun hubungan baik di lngkungan kerja lama. Bagaimana anda membangun hubungan baik di lingkungan kerja baru. Pertanyaan mudah yang akan dilontarkan psikolog saat interview.
Orang-orang besar tidak pernah merasa hebat. Jumawa, merasa paling dibutuhkan terkadang membutakan mata untuk melakukan intropeksi diri. Berkali-kali mengirim lamaran kerja tapi tidak satupun direspon. Berarti anda belum benar-benar besar. Kebesaran orang tidak hanya dinilai dari sisi intelektual tapi hati. Lebih banyak perusahaan besar memilih karyawan berhati besar daripada berlogika besar. Mereka yang mampu berbesar hati akan jauh lebih mudah bekerjasama.
Manusia memang harus bersikap baik di mana saja dan kapan saja. Kita memang harus fokus dengan masa depan tapi jangan pernah mengabaikan masa lalu. Tinggalkan jejak - jejak terbaik masa lalu . Beri kesan terbaik dimanapun berada karena itu yang akan memuliakan diri. Jika hari ini belum mendapatkan kesempatan terbaik . Jangan menyalahkan siapa-siapa . Intropeksi diri, karena sebetulnya yang paling mengerti anda adalah anda sendiri.
Comments
31 Comments so far










saya setuju dengan istilah ikan yang cari kolam yang leluasa berenang
heheheh salam
terimakasih kk sudah mampir, ya itu analogi buat mereka yg memiliki kemampuan besar tapi berada di tempat kecil
Woow…
Membuka pikiran saya…
terimkasih kk kalau memberikan inspirasi
Pencerahan yang baik, thank’s atas sharingnya..
Maaf, kalo bisa saya mau nanya dan keluar dari tema artikel di atas..
Saya baru buat blog di blogdetik ini, tetapi sudah 3 hari ini setiap dicoba membuka (akses) salah satu artikel selalu error. Pesan yang keluar selalu mengatakan bahwa blogdetik overpost.. Tetapi kenapa saya bisa mengakses artikel pada blog anda ini ? Mungkin bisa dibantu atau bisa kasih tau saya dimana diskusi seputar masalah pada blogdetik.
Terima Kasih.. halaman ini saya bookmark untuk menuggu jawaban dari anda
ah emang ada kolam besar di indonesia kita ini ? yang ada malah phk sepihak, gaji yang punya skill sama gak sama aja. kary baru sama lama sama aja. krn semua di atur dengan yang namanya UMK…… jadi gaji kita udah mentok segitu aja.
terimakasih sudah mampri di blog saya , aslinya saya tidak terlalu mengerti blog di detik ini karena ini cuma blog buat curhat (baca: nyampah). asli blog saya http://dananwahyu.wordpress.com/.
kalau sering error beberapa hari memang, saya juga pernah merasakan apalagi di jam2 “sibuk” orang online dalam long weekend. mungkin ketidaknyamanan bisa disampaikan kepada admnisitrator blogdetik. agar mereka bisa menambah kapasitas server, sehingga kita yng ngeblog semangat
selalu ada gan kesempatan besar untuk orang2 besar (sabar dan logika). kalo agan mau buka mata banyak kok di luar sana kolam besar yang menawarkan gaji dan benefit besar (kolam besar). tapi tingkat kompetisi juga besar, ga cuma latar belakang pendidikan, pengalaman, kompetensi , skill dan hoki juga mesti besar. kolam besar juga ga harus kolam orang lain tapi kolam sendiri juga (wiraswasta)
ok sangat..
salam kenal
salam kenal kembali…
Manuver “resign” yang digambarkan di blog ini dengan cara yang provokatif, saya baru kali ini mendengarkanya dan tentu saja sangat disayangkan jika ini terjadi. Yg paling sering saya alami adalah frustasi rekan kerja yang dilontarkan secara terbuka bahkan saya sempat punya teman kerja yang mengeluh beberapa kali sehari dan langsung diutarakan kepada atasan. Di sisi lain saya juga sempat mendengar keluhan yang dilontarkan di jejaring sosial.
Apapun manuver-nya saya setuju dengan penulis. Jika memang merasa tidak betah, lebih baik mengumpulkan tenaga untuk mempersiapkan lamaran baru daripada membuang tenaga untuk mengeluh apalagi sampai over acting seperti itu.
Trims sekali lagi atas tulisannya.
referensi yg bagus,membuka mata dan hati saya
betul sekali karena demontratif dan mengeluh tidak akan menyelesaikan masalah. lebih baik mengumpulkan energi untuk belajar. jika saatnya tiba dan ada rejeki hengkang, resign dengan elegance jauh lebih mulia. terimakasih sudah mampir
terimakasih sudah mampir dan bisa menginpirasi kita semua
ga perlu lah resign demonstratif
yang penting tunjukkan bahwa diri kita berharga, kalau bos sendiri tidak menghargai, pasti ada bos lain yg mau
kerja keras terus , pantang menyerah !
.: 10 pintu rezeki, 9 diantaranya tata niaga, kenapa anda pilih yg 1 bagian?
nah itu mas, paling bagus memang membangun kolam sendiri, karena kita tahu tempat yg tepat buaty kita
tapi tidak banyak orang yg punay keberanian itu
betul, tunjukan diri kita berharga maka akan dihargai lebih…
lebih baik jadi wirausaha saja, bebas mengembangkan kreativitas….
yes i do..
thx sudah memberi inspirasi… kalimat penutupnya mantabs
“Jika hari ini belum mendapatkan kesempatan terbaik . Jangan menyalahkan siapa-siapa . Intropeksi diri, karena sebetulnya yang paling mengerti anda adalah anda sendiri.”
berbohong pada atasan ijin cuti/meninggalkan kantor untuk interview di tempat lain apa bisa disebut meninggalkan jejak baik?karna suatu saat pasti ketahuan bohongnya.
ada solusi yang lebih baik mungkin? karena mau ijin cuti pasti harus ada alasan.
tapi ga semua orang punya keberanian menghadapi jadi wirausaha.. betul ga?
makasih sudah mampir, saya ga nyindir sapa2 cuma bersikap kritis terhadapa gejala fenomena sosial yg ada
terimakaish … saya juga heran darimana ya dapet ide seperti ini? mungkin krn kebanyakan melamun di hutan
bilang saja ada keperluan pribadi, kalau ditanya detailnya bilang saja terlalu pribadi harus diungkapkan…
krn terkadang ada urusan pribadi yg ga bisa publsih ,misal tau2 pacar nangis minta anter kemana gt (lebay emang tapi mngkn)
atau yg fatal , anter pacar aborsi (nah inikeperluan pribadi yg tidak perlu di publish) tapi amit2 dahhhh
krn sebetulnya keperluan pribadi luassss :D, dan jangan niatkan untuk berbohong… jujur tidak harus mengeluarkan apa yang ada di hati dan pikiran, tapi apa yg sesuai dengan hati nurani
keren
artikelnya keren, om.
betul sekali, saya juga sebel banget dengan manajemen di perusahaan saya bekerja kemarin tapi memilih resign dengan cara terhormat, ngajarin anak baru yang akan menggantikan tugas - tugas saya dengan baik dan kasih kesempatan sebulan untuk perusahaan memperpanjang waktu serahterima pekerjaan dan di akhir cerita mereka menghormatiku dengan cara yang mengharukan seperti memberi cinderamata berupa perhiasan yang lumayan mahal.
Bukan karena besarnya hadiah yang diberikan sih, tapi saya cenderung berpikir kalo kita berbuat baik maka hidup akan memberi kita yang baik pula, mungkin ga langsung dari perusahaan bisa aja dari tempat lain yang penting hati kita tulus
Jadi pengen keluar dari kerjaan nech
jangan2 juga malah mempengaruhi rekan kerja untuk resign berjamaah? #wah